Alasan Mengapa Harus Bangga Menjadi Perempuan Batak


Alasan bangga menjadi Boru Batak - Mempunyai keturunan adalah hal yang di inginkan oleh semua orang. Dalam adat Batak yang membawa garis keturunan (marga) adalah laki-laki. Itulah sebabnya bila ada keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki maka keluarga akan kurang terhormat. Garis keturunannya akan terputus, yang dikenal dengan istilah mate pusuk



Pada pesta pernikahan orang Batak seringkali kita dengar umpasa yang mengatakan "Sai gabe-gabean ma hamuna maranak nang marboru" (Semoga kalian memiliki anak laki-laki dan perempuan) dan "Bintang na rumiris ombun na sumorop anak pe riris boru pe torop" (Memiliki banyak anak laki-laki dan anak perempuan yang banyak juga), inilah yang menjadi doa dan harapan setiap keluarga Batak.

Tetapi fakta yang kita temui di lapangan, dalam keluarga batak perempuan kurang mendapat peran baik dalam pengambilan keputusan apalagi dalam pembagian harta gono-gini (harta warisan) seorang perempuan Batak tidak punya hak sama sekali kecuali hanya sebagai tanda kasih (tandani holong). Bahkan dalam acara-acara adat, misalnya martonggo raja, marhusip atau yang lain perempuan batak jarang di ikutkan dalam mengambil keputusan, kebanyakan hanya sebagai pelengkap.

Apakah adat Batak memang menempatkan posisi perempuan lebih rendah dari laki-laki? Bila kita amati struktur segitiga Dalihan Na Tolu, perempuan Batak ditempatkan pada tempat terhormat. Dengan kata lain dalam Dalihan Na Tolu, perempuan berada pada posisi puncak.

Ada beberapa alasan mendukung sekaligus membuat kamu harus bangga dan bahagia sebagai perempuan Batak, antara lain:


1. Karena seorang wanita Batak, laki-laki Batak menjadi seksi repot atau parhobas di acara adat pihak parboru atau hula-hulanya. Tidak peduli pria itu memiliki status sosial yang tinggi, misalnya seorang jendral, menteri, bahkan presiden, harus tunduk pada aturan dan menjadi parhobas meskipun hula-hulanya orang yang susah (mokkik-hokkik) dalam hal ekonomi.

2. Ada beberapa sebutan dalam keluarga Batak yang sangat menghormati perempuan yaitu: Inang, Inang Boru, Parsonduk Bolon, Inang Raja Boru, Inang Boru ni Raja, Inang Soripada. Memang untuk laki-laki ada juga sebutannya yaitu: Amang, Amang Siadopan, Amang Raja Doli.

3. Semua orang Batak adalah anak dohot boru ni raja. Namun pada prakteknya sebutan inang boru ni raja lebih sering diungkapkan dibandingkan amang anak ni raja. Hal ini menandakan meskipun sama-sama anak dan boru ni raja tetapi untuk perempuan Batak lebih diperjelas dan diperdalam pengungkapannya untuk menghormati bahwa perempuan batak bukan hanya sekedar boru ni raja tetapi jelas-jelas boru dan keturunan raja.

4. Adanya sebutan "Inang Soripada" untuk perempuan Batak. Jika diterjemahkan “Inang Soripada” mempunyai arti yang lebih tinggi dari Istri Tercinta, Istri Tersayang, Ibunda Tercinta, bahkan juga lebih tinggi dari Tuan Putri, Permaisuri, ataupun Ratu.

Baca Juga : Keuntungan Menikah Dengan Pariban

Karena perempuan Batak itu terhormat, maka sebagai wanita Batak kamu harus Bangga. Tidak ada anjuran harus menikah dengan lelaki Batak, tetapi kalau bisa menikahlah dengan laki-laki Batak. Dan jika sebagai wanita Batak kamu rindu dengan sebutan-sebutan kehormatan itu, menikahlah dengan lelaki Batak, tetapi jangan menikah hanya karena sebutan-sebutan tersebut.

Semoga saja semua wanita Batak bangga dengan sebutan yang disandangnya. Walaupun kadang mendapat tekanan dalam kehidupan sosial, tetapi berbahagialah perempuan yang terlahir sebagai perempuan Batak. 

8 Responses to "Alasan Mengapa Harus Bangga Menjadi Perempuan Batak"

  1. Di hargai bangat ya bang

    Abannya orang batak ta

    ReplyDelete
  2. Ohh, ternyata Boru itu Panggilan untuk perempuan ya.. 😅
    alhamdulilah nambah ilmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar pak, penyebutan marga pada perempuan disebut dengab Boru. Misal boru blablabla. Kalau laki2 penyebutannya marga blablabla.

      Delete
  3. Bang kalau orang Batak disarankan untuk menikah dengan sesama orang Batak, jadi perkawinan berbeda suku sedikit ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya pastilah dalam suatu suku lebih banyak pernikahan sesama suku dibanding berbeda suku. Tapi tidak ada larangan untuk menikah berbeda suku.

      Delete
  4. Saya punya teman, seorang perempuan asal batak, saya menilai perempuan batak itu memiliki pendirian yang kuat, pandai bergaul ketika berada di perantauan. Dibandingkan laki laki, perempuan batak lebih religius..menurutku sih, maaf jika salah, salam kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perempuan Batak memang di didik untuk mandiri. Masalah religius sih saya rasa itu relatif antara laki2 dan perempuan.

      Delete

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kawan!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel