Cerita Rakyat Batak: Ompu Raja Mallehuan dan Istrinya

Kisah Ompu Raja Mallehuan dan Istrinya merupakan salah satu cerita rakyat dari suku Batak yang memiliki banyak nilai-nilai positif yang masih relevan dengan kehidupan jaman sekarang ini. Dari cerita Ompu Raja Mallehuan ini kita dapat belajar bagaimana seharusnya kehidupan berumah yang baik. Berikut ini ceritanya:


Zaman dahulu ada seorang yang bernama Guru Manontang Diaji yang memiliki dua orang anak, sisulung bernama Ompu Gumara Tunggal dan nama adiknya Ompu Mallehuan. Setelah mereka berdua dewasa, mereka tidak tahu mengerjakan seauatu yang mereka lakukan hanya berkeliaran ke kampung lain. 

Ompu Raja Mallehuan


Melihat perilaku anaknya Guru Manontang Diaji bersedih hati. Lalu ia menikahkan anaknya dan memisahkan tempat tinggal mereka dengan harapan supaya anaknya tahu apa yang harus dikerjakan. Ternyata setelah beristri dan memiliki anak mereka semakin malas bekerja. Sehingga menimbulkan pertengkaran dirumah tangganya, yang makan lebih banyak daripada yang kerja.

Tetapi pertengkarang lebih sering terjadi dalam rumah tangga Ompu Mallehuan, ia lebih mementingkan dirinya dibanding anaknya. Berbeda dengan saudaranya yang selalu mementingkan anaknya. Karena itu istri Ompu Raja Mallehuan menjadi kurang senang melihat suaminya. Memberikan makananpun menjadi bersungut-sungut. Sehingga membuat Ompu Mallehuan sering emosi dan main tangan serta berkata akan memulangkan istrinya kepada orangtuanya.

Meskipun bukan putri orang berada tetapi istrinya memiliki sifat seperti putri raja. Dia selalu bisa meredakan amarah suaminya. Jika suaminya marah dia tidak melawan melainkan menjauh sejenak sampai emosinya surut lalu berbicara dengan lembut meminta suaminya bekerja agar tidak menjadi pertengkaran bagi mereka.

Tidak berapa lama kemudian Ompu Gumarang Tunggal mengadakan pesta. Maka manortorlah istri mereka ditengah halaman. Istri Ompu Gumarang Tunggal adalah seorang yang pandai manortor, sampai-sampai para penonton ikut manortor meniru gerakannya. Sehingga bersorak-soraklah orang yang menonton.


Sementara istri sibungsu kebalikannya, para penonton mengata-ngatai tor-tornya. Mendengar ejekan orang banyak, sedih hatilah Ompu Raja Mallehuan. Dalam hatinya berencana memulangkan istrinya kepada mertuanya setelah pesta sesesai.

Setelah pesta itu selesai, Ompu Raja Mallehuan membeli seekor anak babi. Setelah selesai diolah menjadi makanan, bertanyalah istrinya apa maksud makanan tersebut. Lalu jawabnya "untuk kita bawa supaya ada dimakan bapak mertua, sebab sudah lama kita tidak mengunjunginya."

Tetapi ia berkata begitu supaya istrinya mau pergi, seandainya ia mengatakan yang sebenarnya mungkin istrinya tidak mau ikut pergi. Dengan tulus istrinya membawa makanan itu kepada ayahnya, sebagaimana layaknya mengunjugi orang tua.

Ternyata setelah sampai dirumah mertuanya, sebelum mertuanya lebih dulu menanyakan apa tujuan makanan yang mereka bawa, Ompu Raja Mallehuan langsung berkata kepada mertuanya "Jagalah putri kalian, dan ajari dengan baik supaya menjadi terhormat."

Lalu jawab mertuanya "Apakah pertengakaran kalian? Mengapa kamu mengatakan seperti itu? Cobalah kalian jelaskan supaya aku mendengar". "Tidak ada masalahnya, hanya saja menurutku seharusnya begitu" kata menantunya.

Kemudian istrinya berkata "Ya suamiku, jika kulihat perilakumu yang buruk ini sesak hatiku. Engkau begitu cerdik memulangkan aku kepada ayahku. Semenjak kita menikah apakah aku membuatmu malu? Pernahkah aku berhutang tanpa sepengetahuanmu? Kalaupun ada kekuranganku padamu, seharusnya engkau mengingatkanku dengan lembut dirumah. Jika aku tak mendengar nasehatmu, bolelah kau meminta tetangga menasihatiku seandainya aku keras kepala. Tidak ada yang salah kulakukan, engkau ingin memulangkan aku. Meskipun begitu, engkaulah yang menilai. Sebab engkau adalah anak raja dan keturunan orang kaya. Jika engkau menganggap aku hina karena miskin dan sedikit warisan yang kita terima, itu adalah kewenanganmu asalkan hukum tidak sewenang-wenang. Jika tentang kepandaian manortor, ketahuilah Tuhan menciptakan keahlian tidak sama tiap orang. Renungkan dalam hatimu, engkau dan abangmu sama-sama pemalas. Tetapi abang kita masih pedulikan istri dan anak-anaknya, sedang kamu hanya memikirkan diri sendiri. Walaupun begitu aku tidak meninggalkanmu. Memang aku benci jika engkau tisak bekerja, meski terkadang aku marah itu demi kebaikan kita. Jika aku salah padamu maafkanlah aku. Karena periuk dapat berubah tetapi kasih sayang suami istri tidak boleh berubah."

Bagaimana tanggapan Ompu Raja Mallehuan mendengar perkataan istrinya? Dengan kerendahan hati berkatalah dia "Aku sangat berbahagia wahai istriku, karena engkau memaafkan sifatku. Sekarang maafkanlah segalah sifatku yang salah dan hapuslah dari hatimu. Aku jera melakukannya lagi. Semoga kita berhasil dihari yang akan datang"

Setelah mereka saling memafkan, lalu mertuanya memberangkatkan mereka pulang kekampung mereka. Sejak saat itu mereka hidup bahagia, karena sudah sehati dan saling memafkan. Maka muncullah istilah seperti yang kita ketahui sekarang ini "Olo masiolooloan songon ni dokni Ompu Raja Mallehuan".

Demikianlah cerita tentang Ompu Raja Mallehuan dan istrinya, semoga bermanfaat.

9 Responses to "Cerita Rakyat Batak: Ompu Raja Mallehuan dan Istrinya"

  1. Seru ceritanya, penuh sejarah sekali ya...

    ReplyDelete

  2. kalau saya sebagai mertuanya, tidak akan saya ijinkan untuk bersatu kembali. Akan saya carikan suami yang lebih keren, hehehe

    ReplyDelete
  3. Horas bah! Haha enak juga dibaca nih cerita

    ReplyDelete
  4. Lika liku pasutri, gak seru kalo gak ada ributnya hehehe

    ReplyDelete
  5. sudah baca dan ada beberapa yang ngga ngerti apa maksudnya
    kayak "Olo masiolooloan songon ni dokni Ompu Raja Mallehuan",ini artinya apaan yaa wkk..

    ReplyDelete

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kawan!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel