Cerita Tentang Raja Hutapea Tarutung

Cerita tentang Raja Hutapea Tarutung merupakan sedikit kisah kehidupan leluhur marga Hutapea yang penting diketahui oleh keturunannya. Selama ini mungkin yang kita ketahui hanya sebatas tarombo atau partuturan marga Hutapea Tarutung yang disebut juga sebagai Hutapea Siopat Pisoran.
Cerita Raja Hutapea

Raja Hutapea merupakan cucu dari anak ke-4 Guru Mangaloksa yang bernama Raja Hutatoruan yang tinggal di kaki Dolok Martimbang dengan istrinya boru Datubara (Batubara). Raja Hutatoruan memiliki 2 orang anak yaitu: Raja Hutapea dan Raja Lumban Tobing.

Si Raja Hutatoruan meninggal pada usia yang tidak terlalu tua dikarenakan sakit yang dideritanya semenjak kecil. Kemudian istrinya meninggal juga tidak lama setelah Raja Lumban Tobing lahir. Sehingga kedua anaknya tinggal dan diasuh oleh ompungnya Guru Mangaloksa di Desa Huta Parean (Marsait Bosi), dan karena adiknya masih kecil Si Raja Hutapealah yang merawat, menyuap dan memandikan Raja Lumban Tobing.

Menurut kisah, dahulu pada saat keempat anak Guru Mangaloksa (Opat Pusoran: SiRaja Nabarat, SiRaja Panggabean, SiRaja Hutagalung, dan SiRaja Hutatoruan) menghadap ompungnya Patuan Datu Raja Bisa Pasaribu (ayah dari ibu mereka yang bernama Sibulan Soli Pasaribu) di Barus mereka masing-masing mendapat Pusaka dan kesaktian. Si Raja Hutatoruan mendapat Pinggan Pasu yang berguna untuk meramal (terawang) dan selanjutnya Pusaka ini diberikan oleh Guru Mangaloksa kepada Raja Hutapea setelah dewasa.

Setelah Raja Lumban Tobing beranjak dewasa, SiRaja Hutapea pergi ke Hariara Manjalo di Uluan, untuk berlatih kesaktian dari adik Guru Mangaloksa yang bernama Guru Hinobaan.

Si Raja Hutapea menikah dengan Tiarma Uli Boru Hutagaol dan membawanya kembali ke Silindung (Tarutung). Karena sudah lama tidak pulang kampung, tempat kelahirannya Pea Raja (Sekarang Kel. Hutatoruan IV, Tarutung) sudah ditempati SiRaja Lumban Tobing dan anak-anaknya. Sehingga Si Raja Hutapea pun membuka kembali kampung yang dahulu ditempati oleh ayahnya Si Raja Hutatoruan dikaki Dolok Martimbang Desa Banuarea. Inilah cikal bakal penyebaran marga Hutapea ke Siandor-andor, Pahae, Pansur Batu, Batang Toru, sampai ke Aceh.

Si Raja Hutapea memiliki 3 orang anak:
1. Tuan Silahisabungan istrinya boru Datubara anaknya Guru Sojuangon, Tuan Lait Sabungan, Tuan Panaluan dan Juji Somahap
2. SiRaja Unok istrinya boru Lubis anaknya Raja Panjahut dan Raja Mangimpal
3. SiRaja Bosi istrinya boru Simatupang anaknya SiRaja Bagot Mora, Pangulu Aceh dan Pangulu Toba

Baca Juga: Tarombo Siraja Hutapea
Si Raja Hutapea dan ketiga anaknya beserta istrinya masing-masing dikuburkan di Desa Aek Siancimun Tarutung di dekat tanah yang diberikan kepada menantunya marga Sipahutar.

Gelar atau nama lain Si Raja Hutapea adalah Ompu Guru Sojuangon yang diambil dari nama cucu pertama dari anak yang paling tua sesuai dengan adat Batak. Demikianlah sedikit cerita tentang Raja Hutapea Tarutung.

2 Responses to "Cerita Tentang Raja Hutapea Tarutung"

Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kawan!!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel